FULL LED

Dimzea, salah satu pentolan di JSL (Jogja Supra Lovers) ini memodifikasi Honda Supra X 125 ini dengan topik utama “Full LED”. Mulai dari headlamp, sein, dan stoplamp-nya diganti dengan model LED. Selain “bermain” dengan LED, Dimzea juga mengaplikasikan “Angel Eyes” pada headlamp-nya. Selain itu, agar terlihat macho bin kekar, kaki-kaki dipaksa fitness dengan mengaplikasikan velg model jeruji lebar 250 depan dan 350 belakang  menggusur pelek CW bawaan pabrik. Piringan cakram depan menggunakan piringan lebar PSM. Agar terlihat lebih pendek bagian depannya, sok depan diganti dengan Yamaha F1Z-R yang ukuran tabungnya lebih pendek.

Data Modifikasi
Lampu
Full LED + “Angel Eyes”
Tromol depan
Honda Karisma
Tromol belakang
Honda Supra X 125 DD
Velg depan belakang
Rossi 250-17 dan MTR 350-17
Ban depan belakang
FDR Genzi 70/80-17 dan 90/80-17
Piringan cakram depan
PSM
Shokbreaker depan
Yamaha F1Z-R
Shockbreaker belakang
Variasi
Knalpot
Suzuki Satria FU
Spion
Variasi

MERAH-HITAM 2 ANAK AMIKOM

Tampilan Honda Supra X 125 geberan Yoga Pratama Hadi dan Dani Dwi Setyawan ini memang mirip (sama-sama berwarna merah-hitam maksudnya, hehehe…). Untuk arahan modifikasi, keduanya beda aliran, Yoga lebih condong ke arah Road Race Look , sedangkan Dani lebih condong ke arah Funky Sporty. Yoga, yang notabenya masih tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir di Amikom Jogja ini mengandalkan produk-produk berbau racing, seperti ban depan belakang FDR Genzi 80/80 dan 90/80, sokbeker belakang juga diganti merk YSS. Selain itu biar makin yahud pengeremannya, Yoga mengandalkan piringan cakram depan TZM dan belakang juga dipasang cakram DBS dan kaliper set memakai Suzuki Satria. Sedangkan Dani, yang juga satu kampus dengan Yoga ini mengandalkan satu set velg model jeruji Rossi 215 dan 250 untuk menggantikan velg CW bawaan pabriknya. Cakram depan mantap menggunakan piringan Honda Tiger, sedangkan belakang cakram set punya Suzuki Satria. Untuk knalpot keduanya sepakat untuk mengandalkan knalpot Suzuki Satria FU. Untuk urusan mesin, keduanya beda aliran, Yoga walaupun Road Race Look tapi mesinnya masih standar, tetapi untuk Dani cukup dengan korek harian saja.


Data Modifikasi - YOGA
Piringan cakram depan
TZM
Piringan cakram belakang
DBS Averace
Kaliper + Master cakram belakang
Suzuki Satria
Shockbreaker belakang
YSS
CDI
BRT
Camshaft
Custom K1 Series
Spion
Variasi
Handle rem
Ride It









Data Modifikasi - DANI
Tromol depan + piringan cakram
Honda Tiger
Tromol belakang
Honda Supra
Velg depan belakang
Rossi 215-17 dan 250-17
Cakram belakang
Suzuki Satria
Knalpot
Suzuki Satria FU
Headlamp
Honda Wave 125
Spion
Variasi
Mesin
Korek Harian
CDI
BRT

MODIFIKASI SIMPEL TAPI MANIS

Modifikasi motor itu gak perlu aneh-aneh. Seperti yang dilakukan Dwi Putra Jati Aribowo ini, mahasiswa UNY Jurusan Akuntansi. Honda Supra X 125 keluaran 2010 miliknya dimodif simple tapi manis dengan masih mengandalkan body dan striping bawaan pabrik. Pertama velg ori yang CW diganti yang model jeruji dengan tromol depan Honda Karisma dan tromol belakang Honda Supra X 125 DD yang dikawinkan dengan velg U-Shape “Ride It” dan jeruji gemuk TDR. Spion juga diganti biar lebih sporty dengan spion variasi ala Kawasaki Ninja 250. Biar lebih oke ketika mboncengin cewek, jok-nya pun dipapas tipis. Modifikasi seperti ini bisa dijadikan pilihan buat mahasiswa / pelajar, simpel tapi manis dan yang pasti gak perlu mengeluarkan banyak uang, uangnya bisa ditabunglah buat masa depan (^_^).

Data Modifikasi
Tromol depan
Honda Karisma
Tromol belakang
Honda Supra X 125 DD
Velg depan belakang
Ride It
Ban depan belakang
FDR Genzi 70/80-17 dan 80/80-17
Spion
Variasi

GILA-GILAAN DI SOLO


Teman-teman SUPRA125HOLIC pada hari sabtu (23/4/2011) mengadakan acara ke Solo dengan tujuan main / dolan ke tempat Mas Abud di seputaran Universitas Sebelas Maret, Solo. Mereka yang berangkat : Irfa, Tasir, Faris, Dimzea, Yoga, Dani, Putra, dan juga ada 2 temannya Mas Faris yang  (Aryo dan Tama). Kumpul awal di rumah Irfa untuk kemudian kumpul lagi di Bengkel TEMEN dan setelah itu baru lanjut berangkat ke Solo. 

Di Solo, SUPRA125HOLIC sudah disambut oleh Mas Abud untuk kemudian istirahat sejenak. Kemudian pada jam2-an (karena perut sudah pada keroncongan), maka lanjut makan di angkringan Mas Andrik, yang notabenya anak BAC (seperti Mas Tasir, hehehe...). Dia jualan disitu karena sekalian ada event Jambore Nasional FSI. Setelah puas makan siang, lanjut ke Pasar Klitikan Semanggi (cuman lihat-lihat, gak ada yang beli, wkwkwkwkwk). Setelah itu lanjut ke Stadion Manahan buat santai-santai menikmati sore hari di Solo. Hari sudah menjelang malam, teman-teman SUPRA125HOLIC balik lagi ke kosnya Mas Abud untuk mengantarkan Mas Tasir ambil ban bekasnya Mas Abud yang masih oke punya lho...Sebelum pulang, perut keroncongan lagi, nah solusinya ya makan lagi di warung-nya Koh Ahong (gojek, wkwkwkwk) Mie Ayam Bakso. Waktu sudah makin malam, diiringi hujan, teman-teman SUPRA125HOLIC pulang ke Jogja. Nah ini dia aktornya, Mas Tasir, dengan speedholic-nya dia memulai manasin mesin yang diikuti teman-teman lainnya. Ah walaupun pada speedholic, tetap Safety First kok (^_^)










ATASI INDIKATOR BENSIN HONDA SUPRA X 125 NGADAT!

Anto, pemilik Honda Karisma terlihat kesal saat indikator bensinnya enggak nongol. “Gue heran, kenapa cuma indikator bensin yang mati. Tapi odometer, sama indikator lampu nyala semua,” keluhnya.

Ogah dirundung masalah berkelanjutan, besutan pun dibawa ke bengkel. Dari sana, dapat kesimpulan kalo ternyata sensor di pelampung bensinnya divonis bermasalah (gbr.1).

Nah, untuk memastikan tinggal sambung saja kedua kabel yang menuju soket pelampung bensin. “Kalo indikator bensin terisi penuh, berarti sensor pelampung bensinnya sudah rusak,” kata Sugiarto dari Angkasa Jaya Motor (AJM).
Masih menurutnya, sensor di pelampung bensin mulai bermasalah karena usia pakai. “Terutama kalo udah di atas usia 5 tahunan. Maklum ‘beroperasi’ setiap hari, pasti komponen akan habis masa pakainya,” tambah pria bermarkas di Jl. Sumur Batu Raya No.46, Kemayoran, Jakpus ini.

Sayangnya sensor pelampung itu enggak bisa diperbaiki. Mau enggak mau harus ganti satu set berikut pelampungnya. Harga part ini di dealer resmi dibanderol sekitar Rp 74 ribu. Tapi tenang, bisa kok dikerjakan sendiri di rumah untuk menghemat biaya pemasangan. Yuk intip caranya.

Langkah pertama harus melepas bagasi dulu dengan mencopot empat baut penguncinya pakai kunci T-8 untuk menggapai soket pelampung bensin yang terletak di balik bagasi (gbr.2).

Lalu Anda harus melepaskan cincin pengunci pelampung bensin dengan obeng minus berukuran agak besar yang diketok dengan palu berlawanan arah jarum jam (gbr.3). Mengetoknya jangan terlalu keras, ya!

Setelah terlepas, keluarkan pelampung dari tangki dan lepaskan juga soketnya (gbr.4). Selanjutnya tinggal sambung soket pelampung yang baru. Jangan lupa juga memasang kembali cincin pelampung tadi ke pelampung yang baru. Tinggal rapikan kembali parts yang sudah dibongkar dengan urutan kebalikan saat membongkar.

Penulis : Harry | Teks Editor : AZ | Foto : Harry 

(sumber : http://motorplus.otomotifnet.com/)

YAMAHA JUPITER MX VS HONDA SUPRA X 125

Tabloid Otomotif Edisi 33:XV memuat “Test Ride Yamaha Jupiter MX135LC.” Di sana dijelaskan keunggulan & sedikit kelemahan MX. Tidak lupa disertai tabel hasil pengukuran performa MX. Yang menarik adalah 2 halaman di belakangnya yang memuat artikel berjudul: “Tes Honda Supra X 125 vs PGM-FI, Bagaikan Bumi & Langit.” Artikel ini mengulas perbandingan performa antara Supra X 125R (tampilan full racing) dengan Supra X 125 PGM-FI (injeksi). Lengkap dengan tabel performa keduanya.

Mengapa aku mengatakan “menarik”? Yap, karena aku lebih cenderung membandingkan Jupie MX dengan Supra PGM-FI. Berikut adalah data head-to-head ke-2nya.

Tampak bahwa jika Supra X 125R langsung dibandingkan dengan MX, maka bebek mahal Honda ini jelas diasapi MX yg harganya lebih murah. Dengan keluarnya MX, tampak Honda bagai kebakaran jenggot. Dan akhirnya Honda mendongkrak pamornya dengan mengeluarkan Supra X 125 PGM-FI walau dengan wajah lebih culun dari pada versi R. Mungkin agar harganya tidak terlalu mahal? Yg jelas harganya saja sudah lebih mahal 1,5 juta dari pada versi karburator.

Wah, berarti harganya lebih mahal 2 jutaan lebih dari pada Jupie MX dong? Tapi apakah performa bisa mengungguli MX? Ternyata tetap “diasapi” oleh MX. Walau pun demikian, PGM-FI & R tetap lebih irit dari pada MX.

Sekedar simulasi, jika harga terpaut 2 juta, Anda akan pilih mana? Motor keren dengan kinerja tinggi atau motor culun yg irit tetapi muahaaal harganya? Catatan: dengan 2 juta rupiah Anda dpt membeli bensin 200 kali dengan asumsi setiap kali isi Rp. 10.000 (aku kalau isi bensin biasanya cuma segitu). Kalau sebulan kurang lebih 10 kali isi bensin, berarti dengan duit segitu bisa untuk mengisi bensin 20 bulan. Astaga!!! Hampir 2 tahun (kurang 4 bulan).

Akhirnya, dengan berat hati, aku mengatakan bahwa Yamaha Jupiter MX amat-sangat lebih murah dengan selisih harga yg jika dikonversi dalam bentuk bensin, Anda akan mendapatkan keuntungan isi bensin 20 bulan. Tidak salah & tidak menyesal sedikit pun aku membeli Yamaha Jupiter MX.

(sumber : Tabloid Otomotif Edisi 33:XV)

SEKILAS TEKNOLOGI PGM-FI

Honda Supra X 125 R PGM-FI
 Apa kabar motor Honda Supra X-125 Tipe PGM-FI? Konon motor ini tampaknya belum disukai oleh pasar Indonesia jika dibandingkan dengan motor lainnya keluaran PT Astra Honda Motor (AHM). Kalau begitu, apakah ini karena harga motornya Rp.16,100,000 yang belum terjangkau? Atau karena performa motor yang kurang? Apakah informasi tentang teknologi sistem PGM-FI belum dipahami oleh masyarakat kita? Atau, karena begitu kuatnya persaingan penjualan motor?

Entahlah. Yang saya ketahui tentang sistem PGM-FI adalah sistem bahan bakar di motor yang sudah menggunakan teknologi kontrol secara elektronik, yang mampu memasok bahan bakar dan udara secara optimum yang dibutuhkan oleh mesin pada setiap kendaraan. Mohon koreksi jika ini salah.

Informasi dari literature yang ada, dikatakan jika Honda adalah pelopor dalam penerapan sistem PGM-Fl sepeda motor di Indonesia dan sistem ini telah diaplikasikan pada jenis motor Honda keluaraan PT AHM, yaitu Honda Supra X 125 R PGM-FI.

Informasi lain yang dikutip dari teknologi Honda yang bertajuk ”The newly developed PGM-FI (electronic fuel injection) system for small motorcycles” menjelaskan sebagai berikut:

The development of an ECU-integrated throttle body module for an electronic fuel injection system for small motorcycles.

Honda has a goal to reduce the total emissions of HC (hydro-carbon) from new vehicles to approximately 1/3 and to further improve the average fuel economy by approximately 30% (both from 1995) by the year 2005. To realize the goal, we at Asaka R&D Center considered that the small motorcycles used in many countries in the world should be improved further for clean exhaust gas and low fuel consumption. Accordingly, we have started development of the PGM-FI system for small motorcycles with engines of 125cc or smaller, including air-cooled engines.

To ensure clean exhaust gas and high fuel economy, the control of combustion through an accurate fuel supply is a must. As the conventional FI system (electronic fuel injection system) applied to motorcycles is bulky and costly, its application has been mostly in large motorcycles using multi-cylinder engines. In the newly developed PGM-FI, in order to apply to small displacement models, the obstacles have been eliminated by fully using Honda\’s techniques to down-size components as well as making maximum use of the FI techniques attained from the large motorcycles. The compact PGM-FI offers new benefits such as the reduction of released environmentally detrimental substances and the improvement of driveablity, economy, etc.

PGM-FI is a registered trademark of Honda Motor Co., Ltd.

Aplikasi PGM-FI Di Motor Honda
Berdasarkan keterangan tersebut, jika PGM-FI di terapkan pada motor Honda, maka motor akan mempunyai peforma yang ramah lingkungan yang tinggi, irit bahan bakar namun tetap tidak mengurangi performa motor, karena perbandingan antara suplai bahan bakar dan udara serta pengapian di kontrol melalui sensor elektronik.

Pada intinya motor Honda Supra X-125 PGM-FI jadi lebih enak dari motor lain, biker-nya akan mendapatkan sensasi riding yang menyenangkan, aman, nyaman, ramah lingkungan dan hemat bahan bakar. Itulah beberapa yang bakal di dapatkan jika memiliki motor dengan teknologi PGM-FI.

Kurang lebih ada 3 sistem yang sangat menonjol dam berpengaruh ketika teknologi PGM-FI diaplikasikan, yaitu:
  1. Sistem Bahan Bakar: Yaitu fuel pump akan bertugas mengalirkan bensin dari tangki hingga injektor dengan sempurna.
  2. Sistem Induksi Udara: Yaitu jumlah udara yang dihisap masuk ke dalam silinder melewati sensor bisa diukur kevakumannya sebagai patokan jumlah bensin yang akan diinjeksikan.
  3. Sistem PGM-FI memberikan kelebihan, yaitu mengurangi emisi gas buang, lebih hemat dalam pemakaian BBM, memberikan tarikan motor lebih responsif, mesin dengan mudah dihidupkan pada kondisi apapun (cuaca dingin pegunungan sekalipun), idle tidak terpengaruh pada ketinggian suatu daerah (pegunungan), dan memberikan kemudahan dalam perawatan secara berkala.

Sejarah Teknologi Honda
Honda CX-500 TURBO
Pabrikan Honda sebenarnya telah mengembangkan teknologi Fuel Injection lebih dari 20 tahun. Di tahun 1982 Honda yang pertama kali memperkenalkan model Honda CX-500 TURBO yang merupakan sepeda motor pertama di dunia yang menggunakan teknologi Fuel Injection. Motor Honda Model CX-500 Turbo bisa jadi sepeda motor yang memiliki akselerasi yang lebih baik dari pada model CB-900F, dan ini karena efisiensi bahan bakar yang lebih baik dari model CX500 yang menjadi platform dari Honda CX-500 TURBO


Dimulai tahun 1993, Honda mulai mencoba teknologi baru untuk motor balapnya yang bergengsi di kategori GP500 dengan teknologi Fuel Injection. Belakangan motor Honda di kelas MotoGP yang dikenal dengan jenis RC211V mampu menghasilkan tenaga yang luar biasa yang dikontrol oleh teknologi PGM-FI. Hal ini menunjukkan bahwa performa PGM-FI yang luar biasa dapat diterapkan pada motor balap.

Honda Supra X 125 R PGM-FI 
Inilah motor Honda yang pertama kali dihadirkan dan satu-satunya motor bebek injection di Indonesia yang sudah memakai teknlogi PGM-FI.

Motor Honda Supra X 125 R PGM-FI memiliki kombinasi dengan desain bergaya sportif, atraktif dan mewah menjadikannya tampil makin terdepan. Jika Anda sedang menimbang-nimbang ingin membeli motor masa depan, memiliki teknologi terbaru, dan ramah lingkungan mungkin motor Honda ini bisa menjadi pertimbangan Anda. Pilihan tentang motor akhirnya berada ditangan Anda sendiri.

SPESIFIKASI HONDA SUPRA X 125

Panjang X lebar X tinggi :1.889 x 702 x 1.094 mm
Jarak sumbu roda :1.242 mm
Jarak terendah ke tanah :138 mm
Berat kosong :105kg / 103 (Tipe Spoke)
Tipe rangka :Tulang punggung
Tipe suspensi depan:Teleskopik
Tipe suspensi belakang :Lengan ayun dan peredam kejut ganda
Ukuran ban depan :70/90 - 17M / C 38P
Ukuran ban belakang :80/90 - 17M / C 44P
Rem depan :Cakram double piston
Rem belakang:Cakram single piston / Tromol (Tipe Spoke)
Kapasitas tangki bahan bakar:3,7 liter
Tipe mesin :4 langkah, SOHC, pendinginan udara
Diameter x langkah:52,4 x 57,9 mm
Volume langkah:124,8 cc
Perbandingan kompresi :9,0 : 1
Daya maksimum :9,3 PS / 7.500 rpm
Torsi maksimum :1,03 kgf.m / 4000 rpm
Kapasitas minyak pelumas mesin :0,7 liter pada penggantian periodik
Kopling Otomatis :Otomatis sentrifugal
Gigi transmsi:Kecepatan bertautan tetap
Pola pengoperan gigi :N-1-2-3-4-N (rotari)
Starter:Pedal dan elektrik
Aki:12 V - 3,5 Ah
Busi :ND U20EPR9 / NGK CPR6EA-9
Sistem pengapian:Carburator - DC CDI

(sumber : http://www.bintangmotor.com/)

BEDAH SEDIKIT HONDA NEW SUPRA X 125

Honda New Supra X 125 didesain untuk memenuhi selera dan kebutuhan pemakai yang menginginkan sepeda motornya tampil sporti, bermesin handal, nyaman dikendarai, canggih dan praktis. Terobosan desain yang atraktif menjadikan Honda New Supra X 125 layak untuk di banggakan sebagai kendaraan sehari-hari.
 











(sumber : http://ahass.wordpress.com/)